10 Maret 2018

Candid!




Smile everyone, you're on the candid camera!

Saya suka kagum lihat foto teman2 yang bergaya ala candid alias dengan gaya tidak menatap kamera, baik sengaja maupun candid beneran. Keren, cool and natural kesannya.

Tapi saya bukanlah orang yang cocok untuk bergaya seperti itu. Senyum saya yg sptnya tidak simetris, tulang wajah yg bukan potongan model, kalau difoto sok cool sambil gak liat camera suka aneh, Jadilah andalan saya kalo difoto cuma satu. Tersenyum lebar sambil melihat ke arah kamera. Udah, itu aja. Standard.

Candid? Hoho.. Lebih sering gagal, entah mungkin saya yang terlalu ekspresif jadi sang fotografer candid biasanya kesulitan capture ekspresi saya yang dlm sedetik bisa berubah2, and biasanya yang kecapture ekspresi lg ngomong, lg miring sana miring sini.. Pokoknya nggk ada keren2nya deh 😅

Tapi difoto kali ini, tumben sang fotografer candid sukses mengambil ekspresi saya yang lagi tertawa. Ini real candid yang saya sama sekali nggk sadar waktu difoto. And I love it! Akhirnya ada juga foto candid saya yg natural and I look normal 😅 .
Haha.. Thanks mr. Fotografer, it was a good snapshot! 😉

Picture taken by Mr. Horas


9 Maret 2018

I am a strong woman because a strong woman raised me..

I am a strong woman because a strong woman raised me..

"Kenapa bunda nangis?"

Aku bukan wanita yang cengeng. Tapi kadang aku gak sekuat mama.
Aku tidak sepintar mama menyembunyikan air mata. Entahlah kadang aku berpikir apakah mama pernah menangis? Karena tak sekalipun aku pernah melihat mama menitikkan air mata. Bahkan saat papa meninggal ditembak, Tak ada yg melihat mama menangis meratapi kepergian papa. Tidak juga aku di hari2 setelah kejadian itu. Aku memang tidak ada disana tepat saat kejadian itu, tapi mereka bilang mama yang paling tegar. Aku pikir karena mama istri perwira,  mama tentu sudah siap dengan hal seperti ini sejak dulu.
.
Tapi.. mungkinkah mama gak pernah sedih, gak pernah takut, gak pernah kecewa, gak pernah marah sehingga ingin menumpahkan semua air mata? Rasanya mustahil... Tidak ada satu pun manusia yang tidak pernah merasakan semua itu.. Apalagi seorang wanita...Tapi aku yakin mama begitu pintar menyimpan rapat semuanya.

Sedangkan aku..
Aku masih belum mampu menjadi ibu yang sekuat mama..
Terkadang aku berhasil menutupi air mata, namun kadang ada saat aku tak mampu membendung airmata di depan mata2 kecil mereka, anak2 ku.

Mungkin nanti saat usiaku sudah seumur mama, saat anak anak sudah lebih dewasa, aku bisa lebih tegar, lebih kuat dan gak akan pernah lagi ada kalimat yang keluar dari bibir mungil mereka, 'Kenapa bunda nangis?' bukan karena aku tak pernah menangis, tapi karena aku mampu selalu tersenyum di depan mereka..

Aku yakin aku adalah wanita yang kuat.. Karena aku dibesarkan oleh seorang wanita yang kuat, seperti mama...

I want to be strong woman, so my daughter will have a role model and my son will know what to look for in woman when he's a man.