Tampilkan postingan dengan label ayah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ayah. Tampilkan semua postingan

10 Mei 2014

3 Years...

Dear Ayah...
Assalamualaikum..
I wrote this on 5 May 2014...
Today we've missing you for 3 years..
I believe you are in the very best place in heaven now sweetheart..

We miss you a lot...
I wish I took more pictures of you when you're still beside me.. But you dont really like to be photografed.. 


Actually, i did took many pictures of you..
I took your picture when you were walking beside me..
I took your picture when you were sleeping, when you were eating, when you were just doing nothing... 

After 2 very hard brain surgery, after all that you've been through fighting this diseases, I was just so afraid of losing you someday.. So I took a lot of pictures of you so I can remember you and the moment with you always... 

And I'm glad I did it... 
Eventhough I wish I did it a lot more..

Miss you my husband in heaven..
Bunda, Harsya & Syifa miss you so much.. But dont worry about us.. we are doing just fine..
May you rest in peace Ayah..
We always send you kiss and hug through our prayer.. 


25 Maret 2014

25 March..

😊

25 March.. 
Today is your bday sweetheart.. 
44 th seharusnya usia ayah sekarang...Tapi bunda yakin pasti ayah terlihat jauh lebih muda disana, di surga tempatmu beristirahat dengan tenang... 

Tidak ada ucapan apapun karena bunda yakin ayah sudah mendapatkan semua kebahagiaan yang sempurna disana... Hanya doa dan ucapan terima kasih karena kesabaran ayah mengajarkan arti ikhlas, sabar serta terima kasih utk kasih sayang, cinta yang ayah berikan selama sisa usia... Allahuma firlahu warhamhu..waafihi wa'fuanhu... Semoga Allah memberikanmu tempat terindah disisiNya sayang...

Love n miss you sweetheart.. May you rest in peace... ❤️ Bunda

22 Desember 2013

22 December.. Our 11th Wedding Anniversary...

Dear Ayah...

Hari ini 22 December 2013...  
Seharusnya ini adalah ulang tahun perkawinan kita yang ke 11...
Nggak berasa ya... sudah 11 tahun lalu....

Setelah 8 tahun pacaran... akhirnya kita bersatu juga dalam pernikahan..
Dan.... seperti janji kita..
Till Death do us part... maut jua yang memisahkan kita...

I miss you on our 11 th anniversary my husband...
May you rest in peace..... 

Love you still and always,
-Bunda-



5 Mei 2012

It’s Been A Year

5 May 2011 - 5 May 2012
It’s been a year since you’re leaving us..
And I can’t write any word about my feelings here..
Banyak..banyak cerita yang ingin ku ceritakan padamu ayah
Tapi tak pernah sanggup kutuliskan di sini
Semua hanya tersimpan di dalam hati

Karena mengingatmu dan menuliskan tentangmu hanya akan membuatku menitikkan airmata
Dan aku tidak ingin itu… Sedih itu hanya membuatku rapuh..
Dan aku tak boleh rapuh demi Harsya dan Syifa

Satu hal yang membuatku selalu tegar, aku yakin kau lebih bahagia ditempatmu sekarang Ayah…
Yakin.. Yakin sekali…
Do'a dan kasih sayang kami selalu untukmu Ayah..
Love always from us.. Bunda, Harsya dan Syifa
(5 May 2012. Pengajian 1 tahun Ayah.)
Don't worry...we're doin' fine ayah...we're just miss u so much.. 

19 April 2012

Foto Lucu Yang Berkesan

Baca postingannya Muthia soal perhelatan Give Awaynya Ocha dengan tema foto ala backpacker hari ini, saya baru ingat lagi, kalau saya kan pengen ikutan GA nya Ocha. Waktu awal Ocha posting soal GA itu saya udah rencana mau ikutan, soalnya naksir sih sama hadiah bukunya hehe...tapi sedikit ragu-ragu, soalnya saya cuma punya pengalaman keluar negeri dua kali, yaitu saat bolak balik ke Singapore menemani suami berobat dan saat menunaikan ibadah Haji tahun 2008.

Karena judul perjalanan nya bukan perjalanan senang-senang atau liburan, jadi saya nggak begitu yakin bakal ada foto yang aneh, lucu, kocak yang sesuai dengan syaratnya Ocha.. Jadi saya tunda deh ubek-ubek fotonya. Nah.....hari ini pas baca postingan Muthia, saya baru ingat lagi, "Oh iya ya,saya mau coba ikutan juga deh ah..."

Bongkar-bongkar deh  file foto Singapore dan Haji, akhirnya saya ketemu 1 foto yang moment nya lucu banget! (menurut saya hehe...) Waah semangat nih mau ikutan!

Ini dia fotonya....:

Foto ini kejadiannya saat di kota Mekkah sedang sangat padat karena setelah puncaknya ibadah Haji. Sepulang dari Arafah, kota Mekkah sangat padat dan kejadian ini adalah sepulang kami menunaikan shalat Isya di Masjidil Haram. kami tidak dapat bis sama sekali, padahal jarak pondokan kami cukup jauh, yaitu 12 kilometer dari Masjidil Haram.  Sudah berjalan beberapa kilometer tapi semua kendaraan penuh. Akhirnya kami inisiatif untuk stop mobil box (yang biasa dipakai untuk angkut kambing atau domba), setelah nego harga dengan supirnya, naiklah kami semua tumplek-tumplekan ke dalam mobil box itu.Total sekitar 11 orang. Yang kebagian duduk di jok depan hanya suami saya (karena kondisi paska operasi) dan seorang nenek anggota rombongan. Yang lainnya ya duduk di box belakang mobil begitu aja! hehehe ....sepanjang perjalanan kami tertawa-tertawa seru. Malu juga sih...karena banyak mobil-mobil mewah sepanjang jalan, bis-bis berisi begitu banyak jamaah, tapi kok ya kami naik mobil box pengangkut kambing!  Nasib oh Nasiiib......

Mana pake acara macet total lagi, Ada kira-kira 30 menit mobil dlm posisi berhenti seperti ini. Makanya kami sempat foto-foto pake kamera saya hehe....ini momennya waktu sang supir sedang turun karena macet total. Kami sempatkan deh foto moment lucu ini. Seru juga sih kalau diingat-ingat. Hihihi....

Begitu jalanan sepi sang sopir ngebut sampai kami harus berpegangan kuat, saya ingat sepanjang perjalanan wajah saya terterpa angin yang begitu kencang, merasa nelangsa tapi seru juga... :-) apalagi waktu belok di tikungan, kami harus berpegangan kuat karena sang sopir sepertinya nggak sadar deh kalau yang ada di belakang itu manusia bukannya kambing! xixixi.....pengalaman seru buat kami semua.

Anyway, tau nggak, setelah menemukan foto ini saya baru sadar kalau ternyata GA nya Ocha itu sudah ditutup pada tanggal 18 April kemarin! Huaaaa...jadi saya nggak bisa ikutan deh! ... hiks... Tapi berhubung saya udah keburu nemukan foto berkesan ini, ya udah deh tetap saya posting juga... :-)


p.s: Sst... Ternyata GA nya diperpanjang sampai 21 April dan saya menang! Alhamdulilaaah... :-)

23 Februari 2012

Solitaire (The Song)


It's your lovely song, sweetheart..
this song is always remind me of you...


The Videos

 Andy Williams


The carpenters


Solitaire

There was a man..a lonely man
who lost his love..through his indifference..
A heart that cares.. that went unshared
and slowly dies..within his silence..

Now solitaire's the only game in town 
and every road that takes me takes me down
I find myself that's easy to pretend
 I'll never love again..

And deep into myself I play the game
without you love it always ends the same
while life goes all around me everywhere
 I'm playing Solitaire...

Another day a lonely day
so much to say that goes unspoken
and through the night each sleepless night
the eyes are closed  the heart is broken..  

Now Solitaire's the only game in town 
and every road that takes me takes me down
 I find myself that's easy to pretend 
I'm coming back again..

And deep into myself I play the game 
without you love it always ends the same
while life goes all around me everywhere
 I'm playing Solitaire...

22 Februari 2012

Solitaire dan Sendiri

Solitaire dan Sendiri. 
Tiba-tiba sejak beberapa hari lalu, daftar bacaan blog saya penuh dengan kalimat ini. Solitaire dan Sendiri. "Hm..what's so special about this 2 words?" kenapa tiba-tiba teman -teman blogger kompak posting tentang "Solitaire dan Sendiri" ?.. Setelah blogwalking sana sini, terjawab sudah.. semua ini karena Give Away: Pribadi Mandiri nya mbak Imelda dan mbak Nique.

Solitaire adalah kata yang memang special buat saya. Pertama kali membaca kata tersebut sebenarnya yang terlintas di benak saya bukanlah permainan game solitaire di komputer, tapi terngiang di telinga lirik lagu bait demi bait diiringi melodi yang sangat lembut dari lagu berjudul solitaire milik Andy Williams...

Saya merasa harus menulis tentang ini. Bukan semata-mata karena lomba atau give awaynya.. bukan...tapi karena ini adalah lagu yang sangat spesial. Ini adalah salah satu lagu favorite almarhum suami saya. Dia adalah big fans of Andy Williams. semua lagu-lagu Andy jadi koleksinya. Yang terfavorite adalah killing me softly, my way, love story and solitaire. Saya ingat sekali bagaimana ekspresinya setiap kali mendengar dan menyanyikan lagu-lagu ini. He loves those song very much!

There was a man
a lonely man
who lost his love
through his indifference.

A heart that cares

that went unshared
and slowly dies
within his silence.

Now solitaire's the only game in town 
and every road that takes me takes me down
I find myself that's easy to pretend
I'll never love again 

And deep into myself  I play the game 
without you love it always ends the same
while life goes all around me everywhere
I'm playing Solitaire..

(click here to hear the song)

Lagu solitaire bercerita tentang seorang pria yang kesepian setelah kehilangan kekasihnya, dan menenggelamkan dirinya dalam kesendirian dengan bermain solitaire...Ya.. solitaire, permainan kartu di komputer tersebut.

Lucunya, game solitaire adalah satu-satunya game yang disukai oleh alm.suami saya dikomputer. Seingat saya dia tidak pernah bermain game lain. That's why begitu membaca postingan teman-teman blogger, mata saya langsung tertarik dengan kata-kata 'solitaire'. The word remind me so much about him.The one that I loved..

Saya tidak pernah meresapi begitu dalam arti lagu Andy William diatas, saya rasa sebelumnya suami saya juga tidak. Sampai malam ini, setelah secara khusus membaca lirik lagu ini dan mendengarkan nya lagi di you tube, sukses bikin saya sedikit 'mewek' hiks..sediih...

while life goes all around me everywhere
I'm playing Solitaire..

Sejak kehilangan ayah banyak hal harus bunda lakukan sendiri, dan kadang terasa begitu sulit karena sungguh tidak mudah kehilangan belahan jiwa tempat berbagi, tempat bertanya, tempat meminta pendapat. Terutama begitu membutuhkanmu saat harus mendidik dan mendisiplinkan anak-anak dan mengambil keputusan. Sejak ayah pergi, banyak hal yang harus bunda lakukan sendiri..there's so many moments when i wish you were here with me..

But you don't have to worry sweetheart.. Walaupun awalnya sulit, sekarang bunda mulai terbiasa. Bunda tidak akan seperti cerita dalam lirik lagu itu..bunda tidak akan tenggelam dalam kesendirian... Alhamdulilah bunda dikelilingi keluarga, saudara, dan teman-teman yang baik...and most of all, I have 2 little stars thats always shining my life with their smiles... so don't worry about me.. I'm doing just alright.. 

Bunda hanya akan sesekali mengenang, mendengarkan lagu solitaire sambil mengingat senyum di wajah damaimu.. 
Love you ayah.. 

*Thanks mbak Imelda dan mbak Nique untuk tema Give Awaynya.  
 
Tulisan ini diikutkan pada perhelatan GIVEAWAY :  PRIBADI MANDIRI yang diselenggarakan oleh Imelda Coutrier dan Nicamperenique.

17 Januari 2012

Kenangan Itu Selalu Ada di Hati

Sejak ayah pergi 8 bulan lalu, semua perlengkapan sehari-hari milik ayah masih lengkap di lemari. Mulai dari baju, celana, kaos, sapu tangan, handuk, kaos kaki dan lain-lain. Obat-obatan milik ayah pun masih tersimpan rapi, Bahkan tas perlengkapan berisi keperluan untuk perjalanan ke Jakarta yang saya siapkan beberapa hari sebelum ayah pergi, isinya masih utuh. Tidak ada yang berubah. Tidak sampai hati saya menyingkirkan semua benda-benda itu. Semua benda itu mengingatkan saya pada orang yang sangat saya kasihi. Saya ingin semua tetap ada ditempatnya seperti saat ia masih ada disini.

Kakak ipar saya pernah mengingatkan untuk memberikan baju-baju almarhum kepada keluarga atau mantan karyawannya. Memang alm. suami pernah berpesan kalau suatu saat dia sudah tidak ada, tolong berikan baju-baju kemeja kerja dan batik miliknya kepada Tarno, karyawannya yang sangat setia atau Roni supir yang sudah menemani kami bertahun-tahun. Ayah memang terbiasa memberikan kemejanya kepada karyawannya bila dia sudah punya baju yang baru. Dia tidak suka menumpuk baju.

Tapi 8 bulan berlalu.. belum mampu saya menyingkirkan benda-benda miliknya. Saya selalu bilang iya nanti deh diberesin lagi, masih mau dipilih-pilih, sebagian juga masih di rumah sana ( di rumah kami pribadi).

Tapi pagi ini.... entah kenapa saat melihat kemeja yang digunakan supir yang sudah setia dengan kami selama beberapa tahun lebih, tiba-tiba saja membuat saya tergerak. Rasanya cukup sering saya lihat supir kami ini memakai baju yang ini. kemejanya pun sudah kusam warnanya. Saya ingat dulu suami saya sering sekali memberikan kemeja atau kaosnya kepada supir kami ini. Saya langsung menuju lemari, mulai memilih baju mana yang kira-kira akan saya berikan. Saya mengambil 1-2 baju. kemudian menutup lemari... cuma 2? saya buka lagi lemari....mengambil lagi 2-3 potong kemeja. Menaruhnya lagi.

'Ah sayang....ini kan yang biasa sering banget ayah pakai?'

Akhirnya saya pilih beberapa kaos putih favorite ayah yang sehari-hari digunakan dan 2 kaos polo shirt yang saya belikan di Palembang sekitar bulan december 2010, yang hanya sempat sekali dipakainya. bahkan salah satunya seingat saya belum pernah dipakai sama sekali.  Karena badan ayah yang semakin kurus, saya belikan kemeja baru dengan ukuran yang lebih kecil. Saya menyimpannya untuk digunakan saat berkunjung ke Jakarta, pada saat check up. Tapi kesempatan itu ternyata tidak pernah datang...

Setelahnya jadi lebih mudah.. lebih banyak baju yang saya keluarkan....
1 kaos berwarna biru muda yang bertuliskan 'Ampera', oleh-oleh saya dari Palembang. 1 kaos warna coklat oleh-oleh dari ibunya saat ke Jakarta. 1 kaos kuning dari Bank BTN yang jadi favorite alm. suami sehari-hari. Beberapa kaos XL Family Gathering yang sering dipakai ayah.... Tidak semua saya berikan kepada supir kami itu, beberapa saya berikan kepada kakak ipar laki-laki yang saya rasa akan senang menerimanya.

Bunda yakin ayah lebih senang kalau semua baju-baju miliknya bermanfaat daripada hanya tersimpan di lemari... ya kan Ayah?

Tapi masih banyak baju miliknya yang saya simpan. Terutama baju dan kemeja yang sering dipakai ayah saat bolak balik berobat ke Singapore. 2 kaos polo shirt garis coklat dan biru, 1 kemeja lengan pendek warna biru muda, 1 kemeja krem dan 1 kemeja coklat garis-garis yang mengantar kepergiannya untuk selama-lamanya di ruang ICU..

Semua baju-baju itu mengingatkan pada saat-saat kami berdua sangat dekat. Saat kami berdua berjuang dinegeri orang, hanya kami berdua. Menyusuri airport, menyusuri ruang di Mount Elizabeth Hospital, berjalan pelan-pelan bergandengan berdua mencari makan siang di Lucky Plaza yang dekat dengan ME Hospital dan apartment kecil yang kami sewa kami disana. Menuju tempat favoritmu, Al-Falah Mosque. Bahkan menyusuri Geylang,  Merlion Park, East Coast Lagoon Food Village, Clarke Quay, Sentosa Island, bahkan sampai ke Johor Malaysia untuk mencoba pengobatan alternatif yang sangat-sangat 'membutuhkan kesiapan mental' itu (tapi sangat kau inginkan). Banyak orang-orang baik yang membantu kita disana ya ayah...? Kak Ira yang menemani kita dari Indonesia kali pertama kesana. Dewi, Sugi dan keluarga mereka. Bang Agap, kak Rohaya dan keluarga besarnya di Johor, dan seorang warga singapore yang kita temui di mesjid Al Falah yang mengajak kita makan malam di Lau Pa Sat dan Merlion Park. Itu jalan-jalan pertama kita keliling Singapore. Bersama orang asing yang baik hatinya. Suatu saat akan bunda ceritakan tentang saat-saat di Singapore dan mereka.

Kadang ayah sanggup berjalan jauh, kadang ayah lelah sehingga akhirnya kita menyewa kursi roda milik ME Hospital dan bunda mendorong ayah menyusuri jalan-jalan itu. Kenangan  itu tidak akan bunda lupakan Ayah...Jujur, itu adalah masa-masa paling berarti dalam hidup kita. Kita adalah tim yang sangat kompak. Kita belajar banyaaak... sekali hal saat itu. Terutama bunda, belajar banyak sekali hal dari kesabaran ayah....Itu adalah saat-saat paling dekat kita sebagai pasangan jiwa. Betapa itu adalah saat dimana dua orang manusia saling support sebagai pasangan, dalam suka dan duka. I love you ayah... and really..really miss you.
........
 
Kembali ke cerita pagi ini...
Melihat baju-baju ayahnya dikeluarkan dari lemari, Syifa berkata:
"Syifa jadi ingat ayah Bun...Syifa pengen ketemu ayah lho Bun..."
"Nggak boleh! Syifa kan belum mau meninggal!" kata Harsya cepat.
"Iya Syifa doain ayah aja ya.." kata saya.

"Kalau Syifa nanti sudah tua, trus meninggal masuk surga, Syifa bisa ketemu ayah ya Bun?
saya mengangguk " Iya Syifa, bisa..."
"Kita semua nanti bisa ketemu ayah lagi? "
"Iya Syifa...kita semua bisa ketemu ayah lagi, tapi nanti yaa.."
"Yes!" kata Syifa senang. Dia tersenyum lebar.

"Nggak, Syifa mana bisa ketemu ayah, kan Syifa masuknya neraka, bukan surga!" Kata Harsya
"Hush! Harsya kok ngomong gitu..."
"Kan Syifa bandel Bun...jadi nggak masuk surga..." Harsya tidak serius. dia memang paling suka godain Syifa :-)
"Nggak.. Syifa nggak bandel kok ya..." kata bunda sambil mencium Syifa.
............
Ayah dengar itu? Kami semua kangen denganmu ...
Walaupun benda-benda milik ayah bunda berikan pada orang lain, bukan berarti kami semua ingin melupakan ayah.... bahkan bunda tau sekali, ini adalah yang ayah inginkan. Kalau bisa mungkin kau akan bilang tidak ada yang perlu disimpan-simpan. Kau memang bukan orang yang terlalu sentimentil.

Dan ayah, walaupun benda-benda kenangan itu tidak ada lagi pada kami
Tapi kenangan itu tidak akan bisa dihapuskan sampai kapanpun..
Kenangan itu akan selalu ada di hati.....Kenangan tentang mu Ayah... 
Yang selalu kami cintai dan ingin kami temui lagi nanti, bila saatnya tiba...

22 Desember 2011

22 December

22 December 2002 - 22 December 2011

It Should be our 9th Anniversary...

Semakin lama semakin terasa kehilanganmu...

Hope the angels take a good care of you sweetheart..

Love you always and forever... 

-bunda-

12 Juli 2011

I love you

You are the one who always understand my reason of anything..

You know when it's time to support me or when it's time to remind me..
I dont have to explain anything for you
Because you love me unconditionally...

With you, I just be myself....just the way I am
I miss you a lot dear…
You've been the one for me...
You’re not just my husband, you‘re my best friend ever

Rest in peace, sweetheart..
I love u always...

Lampung, 12 July 2011

5 Juli 2011

Only Time


Sixty days after you’re gone..

And I have so many time for myself…
But I have no passion of doing anything..

Many things that cross my mind…
But I can’t start of writing anything here..

Cause there’s no words can express my feelings...
Only time.... can heal my heartbreak of losing you

Lampung, 5 July 2011

15 Mei 2011

Selamat Jalan Kekasih Hati..


Assalamualaikum Ayah...
Sudah 10 hari Ayah pergi..
Di tanggal 5 bulan 5...Di hari Kamis malam Jumat
Dalam usiamu 41 tahun 41 hari..

Meski kau selalu berucap saatmu tak akan lama lagi..
Tapi aku tak pernah menyangka sekarang inilah saatnya..
Saat yang aku takuti..
Saat ku harus rela kehilanganmu...

Ya Allah..
Betapa sudah panjang perjuanganmu untuk bertahan....
2 kali operasi, 20 sesi kemoterapi, dan puluhan sesi radiasi...
Semua mampu kau lewati..

Apakah pernah kau mengeluh akan cobaan yang Allah berikan?
Tidak.. Kau sangat sabar....kau bahkan semakin soleh...
aku lah yang sering mengeluh...
Kau selalu bilang 'Istigfar bunda... Jangan pernah marah sama Allah...'

Banyak yang bilang aku wanita hebat...
mampu mendampingimu mengarungi semua ini...
Mereka salah... bukan aku yang hebat, tapi kau...
Bukan aku yang sabar, tapi kau...
Kau yang mengajarkanku artinya sabar dan ikhlas...
Kau lelaki pemberani dan tak pernah menyerah, ayah..

6 tahun perjuangan kita.... Sakit sehat silih berganti..
Apakah pantas aku meminta lagi mukjizat dariNya?
setelah Dia berkali memberikan mukjizat kesembuhanmu yang sempurna dari meja operasi,
dengan 45 jahitan di kepala, kau masih begitu gagah.
Bahkan nyaris tidak terlihat sakit..
Apakah pantas aku mengeluh?
Sementara rezeki untuk mendapatkan pengobatan terbaik selalu Allah sediakan...
ratusan juta untuk sekali kemoterapi, Subhanallah masih Allah beri kemudahan..

Apakah pantas aku marah kepada Allah?
Setelah begitu banyak hikmah selama perjalanan panjang ini....
Perjalanan haji, kesabaran, kesolehan serta keikhlasanmu..
Serta makin kuatnya ikatan cinta antara kita..
adalah hikmah terbesar dari semua cobaan ini.

Ya Allah..
Sungguh aku sadari, semakin aku mengeluh..
semakin Allah terus mengujiku..
Kadang aku bertanya...
Mungkinkah ujian ini Allah tujukan untukku... Bukan untukmu...?
Mungkinkah semua cobaan ini Allah berikan karena ibadahku yang belum sempurna...?

Aku sadar dengan cobaan ini Allah ingin jadikan kita manusia yang lebih baik...
Allah ingin menaikkan derajat kita...walau melalui ujian yang sangat berat...
Namun mungkin tanpa ujian berat ini, kita masih sibuk dengan duniawi..
Bunda akan selalu ingat nasihatmu ayah, 'Bunda, sholatlah di awal waktu...'

Kekasihku..
Kalau akhirnya kau kehilangan semangatmu...
sungguh aku tidak menyalahkanmu...
Aku tau kau sudah lelah...
Aku merasakan pudarnya cahaya semangat dari sinar matamu...

Sejak 4 bulan terakhir..
Kau selalu katakan..
"Ikhlaskan Ayah, Bunda...Ayah lebih bahagia disana..
Ayah cuma memikirkan kalian..."
Maafkan aku yang tak pernah menjawab iya...
sampai akhirnya aku ikhlaskan juga saat menjelang kau pergi...
Di jam-jam terakhir perjuanganmu..

Kekasihku...
Maafkan aku yang tidak bisa merawatmu dengan sempurna...
Maafkan aku yang selalu mengeluh...
Entah apakah sanggup aku memaafkan diriku yang tidak sempurna ini...
Kau lah yang selalu meminta maaf padaku karena sakitmu...
padahal seharusnya aku yang memohon ampun karena ketidak sempurnaanku merawatmu..

Kalau tidak menyadari betapa imanmu telah siap untuk menghadapNya...
mungkin tak akan pernah siap ku melepasmu...
Kalau tidak karena keikhlasan yang kau ajarkan padaku...
Mungkin tak sanggup kulalui semua ini...

Dulu kau pernah katakan,
ingin diantarkan ke kampung halamanmu di hari Jumat..

Sekarang kau sudah disana ayah…Kami sudah mengantarkanmu pulang,
di hari Jumat seperti keinginanmu..

Pergilah Ayah...
Kalau sekarang tiba waktumu untuk pergi.. Pergilah...
Temui Dia sang pemilikmu... Insyaallah bunda sudah ikhlas...
bunda yakin Ayah sudah bahagia disana...
Di tempatmu yang indah di Surga..
Tidak usah mengkawatirkanku...
Insyaallah aku dan anak-anak akan baik-baik saja...
Kami hanya sangat kehilanganmu dan akan sangat..sangat merindukanmu...

Selamat jalan Ayah...
Selamat jalan kekasih hati..
Bunda, Harsya dan Syifa akan selalu mencintaimu...

Lampung, 15 Mei 2011

28 Maret 2011

Sabar ya Nak...

Weekend ini entah minggu ke berapa kami hanya menghabiskan waktu dirumah. Kemarin Syifa berkata 'Bun...Syifa pingin ayah cepat sembuh...biar ayah bisa kerja lagi...Syifa pengen jalan-jalan...lihat jerapah...Syifa bosan dirumah terus'

Surprise...Syifa bisa ngomong seperti itu?

'Syifa doain ayah dong...biar ayah cepat sembuh....' kataku seperti biasa kalau anak-anak mulai bertanya tentang sakitnya ayah.

Biasanya Syifa akan memangguk setuju, tapi kali ini Syifa berkata.. "Uuh...Batin Dinda aja nggak pernah doain ayahnya, tapi kok ayahnya nggk sakit. Aneeeh..." kata Syifa sambil bersungut-sungut. Sungguh sedih sekali aku mendengarnya...

"Sabar ya Nak.. Bunda juga ingin ayah cepat sembuh...kita semua ingin ayah cepat sembuh...Sakit ayah itu kan dari Allah....sabar ya sayang.."

Banyak keinginan Harsya dan Syifa yang tidak bisa kami penuhi, keinginan khas anak-anak...ingin jalan-jalan.. ingin liburan... ingin rumah yang besar.. ingin mobil banyak... ingin ini... ingin itu....semuanya hanya bisa aku jawab... "nanti ya sayang..kalau ayah sudah sembuh....nanti kita jalan-jalan...nanti kita beli rumah yang besaaar...mobil yang banyaaak....dsb"

Biasanya mereka mengangguk-angguk setuju...
Tapi rasanya sekarang kalimat itu sudah tidak mempan lagi..

Mungkin mereka sudah bosan atau mereka sudah cukup besar dan sudah bisa protes.... Bahkan pernah saat aku menjawab dengan kalimat itu, Harsya menjawab "aah...nunggu ayah sembuh lama!" Ya Allah... sedih sekali bunda mendengarnya sayang...

Tapi aku tidak menyalahkan anak-anak.. sebenarnya mereka anak-anak yang manis...mereka jarang sekali mengeluh dan cukup mengerti keadaan ayah dan bundanya...Bunda tidak menyalahkan Harsya dan Syifa sayang....Kalian masih sangat kecil untuk mengerti semua ini...

Maafkan ayah dan bunda ya Nak... Ayah juga pasti ingin sekali sembuh...ingin sekali jalan-jalan dengan Harsya dan syifa...bahkan ayah sering bilang sama bunda, ayah iri krn nggak bisa mencium dan menggendong kalian dengan puas seperti bunda.

Doakan ayah ya Nak...
Supaya ayah bisa sehat lagi, supaya Syifa bisa ajak ayah jalan-jalan ke mal seperti kata Syifa dulu "kalau ayah udah sembuh, Syifa mau ajak ayah jalan-jalan ke Mal Kartini"

Ya Allah..kabulkanlah doa anak-anakku..dan berikanlah kami kesabaran atas cobaanMu ini.. Amiin...ya robbal Alamiin...

Cepat sembuh ayah...we miss you a lot, dear...

25 Maret 2011

Selamat Ulang Tahun Suamiku...

Hari ini 25 Maret 2011.
Ulang Tahun ke 41 suamiku... Pagi ini kau hanya tersenyum lirih sambil menjawab terima kasih dengan pelan saat kucium kedua pipimu sambil mengucapkan "Selamat ulang ayah...bunda sayang ayah". Juga waktu Harsya dan Syifa mencium pipimu untuk mengucapkan selamat ulang tahun..

Walaupun aku tahu kau pasti menolak, tapi aku tetap bertanya,
"Ayah mau dirayakan?" kau menggeleng lirih...
"Ayah mau beli kue tart, tiup lilin? " lagi-lagi kau menggeleng...

Tapi aku tidak mau hari istimewamu ini berlalu begitu saja. Tak ada kue tart, tak ada lilin. tak ada kado. Walaupun kau terbaring sakit, hari ini harus kita rayakan. Harus kita syukuri. 

Tiba-tiba aku ingat.."Atau ayah mau kita pengajian? " aku melihat binar dimatamu. Kau menggangguk..."mau" jawabmu. Ah.., kenapa tidak terpikirkan dari kemarin.

Jadilah pagi ini persiapan mendadak untuk acara pengajian nanti malam. Untung mamah mertua dan kakak iparku selalu bisa diandalkan. Mamah menghubungi orang  mesjid dan kakak ipar menghubungi katering untuk pesanan nasi kotak. Cuma acara sederhana mengundang sekitar 25-30 orang mesjid dan keluarga terdekat. Aku cuma perlu membeli buah-buahan dan kue-kue saja. Alhamdulilah.. akhirnya kita rayakan juga ulang tahunmu dengan cara yang kau inginkan. Syifa bahkan begitu bersemangat berkali-kali menceritakan pada setiap orang, hari ini ayahnya berulang tahun.

Aku tahu tahun ini tahun yang penuh perjuangan buat kita, terutama buatmu.. Bukan hanya penuh perjuangan tapi juga tahun yang sangat berat dan penuh air mata. Bahkan mungkin tahun ini menguras semua emosi dan perasaan kita. Rasanya tak cukup bertahun-tahun sebelumnya engkau menanggung semua ini, tahun ini adalah tahun terberat yang harus kau lalui. Bahkan sejujurnya aku begitu khawatir menantikan hari ini. Apakah aku masih bisa melewati hari ini dengan kehadiranmu.. Itu karena kondisimu yang menurun drastis beberapa bulan belakangan ini.

Aku tahu kau kecewa..aku juga. Aku tahu kau mulai putus asa. Mungkin aku juga. Dan aku tahu sebenarnya kau sudah sangat lelah. Bahkan aku tahu kau sudah ingin menyerah.. 

Berkali-kali kau ucapkan kata-kata itu. Bahkan menjelang tengah malam tadi, kau ucapkan lagi kata-kata itu. Kau minta aku relakan saja dirimu. Tidak… Aku tidak akan membiarkanmu menyerah sayang... Bagaimana mungkin aku membiarkan orang yang sudah mendampingiku hampir separuh usiaku untuk menyerah begitu saja?  Kau tidak boleh menyerah ayah! Tidak selama aku masih ada disampingmu…

Aku tidak rela melihatmu begini. Ayah harus sembuh! Aku tidak akan membiarkanmu pergi dalam keadaan begini. Tidak setelah perjuangan bertahun-tahun yang sudah kita lewati. Aku ingin melihat kau tersenyum, tertawa, aku ingin kau merasakan kebahagiaan bersamaku dan anak-anak. Apa artinya bila kami merasakan kebahagiaan tanpa kehadiranmu. Please bertahanlah sayang…ayah pasti sembuh. Mungkin aku tidak akan bisa memaafkan diriku seandainya terjadi apa-apa denganmu….

Hari ini  25 Maret 2011. Di hari ulang tahun mu ini, aku mohon maaf bila selama ini aku begitu banyak kekurangan. Maafkan bila selama ini aku tidak sempurna… Maafkan bunda, ayah..untuk segala tutur kata dan tingkah laku bunda yang tidak berkenan. Maafkan bila bunda tidak bisa merawat ayah dengan baik…

Tapi Allah masih memberi kita kehidupan, sayang.. Kita masih bisa bersama, masih bisa melihat anak-anak tertawa. Please jalani saja hari-hari ke depan apa adanya. Kau dulu begitu optimis. Bahkan lebih kuat menghadapi semua ini daripada aku. Bertahanlah ayah... lewati detik demi detik ini dengan berjuang. Berjuang untuk sembuh ayah, Jangan menyerah. Aku akan mendampingimu melewati semua ini….

Love u always,
Bunda 

related post: Ulang Tahun ke 40

13 Februari 2011

What A Wonderful World





This song is dedicated for my lovely husband who love this song very much…
I hope you will really have a wonderful world, love...
And thanks for my beautiful friend Hayu who send me this lovely song this night

clik here to hear the song

What A Wonderful World



I see trees of green, red roses too
I see them bloom for me and you

And I think to myself what a wonderful world..


I see skies of blue and clouds of white
The bright blessed day, the dark sacred night
And I think to myself what a wonderful world..

Are also on the faces of people going by 
The colors of the rainbow so pretty in the sky
I see friends shaking hands saying how do you do
They're really saying I love you..

I hear babies crying, I watch them grow
They'll learn much more than I'll never know

And I think to myself what a wonderful world..

Yes I think to myself what a wonderful world...

by: Louis Amstrong



22 Desember 2010

Happy 8th Anniversary sweetheart...



Today is 22 december 2010
 

 it's our 8th wedding anniversary
but this time we are away..
 

Happy  anniversary my sweetheart....
Wish I could celebrate this day, 
nestled in your warm embrace...
 

Here’s wishing us … 
many more years of togetherness! 
Amiiin……

22 September 2010

Ramadhan yang sedih...

Ramadhan tahun ini bagi saya sangat berbeda..

Ramadhan tahun ini kami lewati dengan perasaan tak menentu.. Rencana melewatkan lebaran Idul Fitri di kampung halaman tercinta Banda Aceh pun batal.

Biasanya setiap kali memasuki bulan Ramadhan, malam taraweh pertama menjadi moment yang tak ingin dilewatkan oleh siapapun, termasuk saya dan suami.. Tapi malam itu kami lewatkan dengan perjalanan tergopoh-gopoh dari Mount Elizabeth Hospital menuju Changi airport di Singapore untuk mengejar flight terakhir ke Jakarta.

Kami tiba di Cengkareng pukul 11 malam dan baru sampai di rumah kakak ipar saya di daerah cibubur sekitar jam 1 pagi. Saya sendiri baru bisa tidur sejam setelahnya karena harus memilah-milah isi koper lagi, besok saya langsung mengikuti training selama 3 hari di Jakarta.

11 Agustus 2010. Sahur pertama…hmm...saya teringat dengan Harsya..
Rencananya tahun ini Harsya mulai puasa full sehari penuh. Kasihan membayangkan Harsya harus merasakan sahur pertamanya di Ramadhan tahun ini tanpa ayah dan bunda.

Selepas sahur, suami langsung menuju Cengkareng utk perjalanan ke Lampung dgn flight pagi, sedangkan saya langsung menuju kantor untuk training. Tidur hanya 2 jam membuat mata saya susah sekali diajak bekerja sama. Capek dan lelah…. Bukan hanya fisik, terutama hati. Terbayang hari2 ke depan yang akan kami lewati.. .. Ya Allah..… mampukah kami….

Sahur kedua, ketiga dan ke empat saya lewatkan di hotel...
Ramadhan hari ke empat baru saya bisa merasakan berbuka bersama keluarga di Lampung. Ah..senangnya, walaupun masih di rumah mertua, karena Harsya dan Syifa selama ditinggal ke Singapore kami titipkan di rumah neneknya. Kami sengaja tidak buru-buru pulang ke rumah sendiri, agar bisa sekaligus menemani mama mertua, karena baru Ramadhan tahun ini kami tidak berpuasa bersama mama karena sudah menempati rumah sendiri akhir tahun lalu.

Minggu ke dua Ramadhan.
Alhamdulilah.. akhirnya bisa merasakan sahur dan berbuka di rumah. Ramadhan kali ini Harsya sudah full puasa sampai magrib. Harsya puasanya pinter, tidak pernah merengek. Tapi suka usil minta disuapin kue atau makanan sama Syifa. Sengaja menunggu reaksi bunda negur, lalu ketawa terbahak-bahak. Pernah juga jam 4 sore Harsya tiba-tiba azan serius banget…. saya udah tahu ini pasti ada maksudnya. Selesai azan Harsya lari berteriak ‘bukaaaa…….!’ Hahahaha…. Tingkah lucu Harsya bikin stress bunda hilang.

Minggu ketiga Ramadhan.
Ah...kami sudah harus berangkat ke Singapore lagi. Menjalankan ibadah puasa di negeri orang memang tidak enak, apalagi di Singapore kami tidak pernah mendengar suara adzan sama sekali. Suasana Ramadhan sama sekali tidak terasa. Saya sahur sendirian hanya dengan makanan instant dan roti saja. Untunglah dekat tempat kami menginap ada sebuah mesjid besar yang bagus. Namanya masjid Al-Falah.

Saat berbuka disana disuguhkan kurma, buah-buahan, susu, dan makanan lengkap (waktu itu nasi briyani lengkap dengan daging kare).
Nikmat sekali rasanya berbuka bersama dengan saudara-saudara seiman. Walaupun tidak saling mengenal kami makan nasi sama-sama dari nampan besar. berbagi lauk bersama. Sungguh suasana yang luar biasa.


 Walaupun ingin, sayang tidak setiap hari saya sempat berbuka disana. Malah selama seminggu di Singapore saya hanya sempat berbuka 1 kali saja disana.

Di Singapore jadwal sholat taraweh cukup malam, karena sholat isya saja baru dimulai sekitar jam 20.15, kalau dibanding Lampung dan Jakarta cukup malam juga. Dan karena kondisi tidak memungkinkan, saya tidak sholat taraweh di masjid, saya hanya sholat taraweh di apartment. Hari terakhir disana saya sudah niat akan bela-belain sholat taraweh di masjid Al Falah, sayang saya malah berhalangan. Syukurlah 10 hari terakhir ramadhan bisa kami lewatkan di tanah air bersama keluarga.

Sepuluh hari terakhir Ramadhan 
Tak sekalipun saya sempat sholat taraweh di mushola dekat rumah. Kondisi suami yang kurang sehat tidak memungkinkan. Kami hanya melaksanakan sholat taraweh dirumah saja. Sedih rasanya melihat orang berbondong-bondong melaksanakan taraweh. Suami yang biasanya rajin menjalankan sholat magrib dan isya di mushola Al-Manar dekat rumah, terpaksa kali ini tidak bisa ikut taraweh disana. Padahal saya yakin dia sangat merindukan mushola itu.

Selain ibadah yang kami rasa tidak sempurna, dan batalnya lebaran di Banda Aceh tahun ini, ada alasan lain kenapa Ramadhan kali ini menjadi Ramadhan yang sedih. Ramadhan kali ini kami lewatkan dengan penuh rasa cemas dan prihatin. Masih terngiang-ngiang vonis dokter di Singapura yang dgn tegas menusuk jantung kami. Belum lagi angka-angka belasan ribu dollar yang harus kami keluarkan untuk sekali pengobatan. Ya Allah….mampukah kami…

Akhir tahun lalu saat kami pindah ke rumah milik kami sendiri ini, saya sudah berangan-angan untuk menatanya dengan beberapa perabot baru yang rencananya akan saya wujudkan pada lebaran tahun ini. Namun sayangnya keinginan itu harus saya lupakan dulu untuk saat ini... Ada prioritas lain yang harus saya dahulukan. Saya yang sejak kecil terbiasa hidup berkecukupan, sekarang harus merasakan bagaimana rasanya hidup hemat. Harus banyak bersabar dan menahan diri. Kalau biasanya saya jor-joran membeli kue-kue kering dgn harga mahal setoplesnya untuk lebaran, kali ini cukup 3 macam dengan harga yang murah saja. Saya harus belajar prihatin, ini semua cobaan buat kami…

Ingin rasanya mengeluh...tapi banyak orang diluar sana yang saya yakin nasibnya jauh lebih buruk dari kami. Saya harus belajar lebih banyak melihat kebawah, bukan ke atas.

Dan anehnya setelah mengalami semua ini, saya baru menyadari bahwa benda-benda materi itu ternyata tidaklah terlalu penting. Memang sangat manusiawi setiap manusia tentu ingin tampil lebih, terasa menyenangkan kalau semuanya serba baru, serba wah, ... Tapi apakah kemewahan itu begitu penting?

Setelah dipikir-pikir sebenarnya saya memang tidak perlu bermewah-mewah. Memakai sepatu lama yang masih layak pun tidak menjadi masalah. Bahkan saya baru menyadari masih ada beberapa pasang sepatu yang jarang sekali saya gunakan sejak dibeli. Perabotan rumah setelah saya tata ternyata masih cukup indah dan menarik. Kue-kue lebaran yang berlimpah biasanya masih tersisa banyak setelah lebaran berlalu. Saya yang memang sengaja tidak membeli kue-kue basah karena harganya yang mahal, alhamdulilah dapat kiriman kue dari rekan kerja yang baik hati, dan beberapa lagi dari klien suami. Saya jadi menyadari kadang-kadang kita manusia memang lebih sering mengutamakan hawa nafsu. Padahal apa yang kita miliki sekarang masih cukup bagus dan layak…

Ya Allah... dibalik kesedihan Ramadhan yang kami rasakan ini saya hanya bisa berusaha bersyukur, semoga tersimpan banyak makna dan hikmah yang Engkau tunjukkan bagi kami. Amiin..