9 Maret 2018

I am a strong woman because a strong woman raised me..

I am a strong woman because a strong woman raised me..

"Kenapa bunda nangis?"

Aku bukan wanita yang cengeng. Tapi kadang aku gak sekuat mama.
Aku tidak sepintar mama menyembunyikan air mata. Entahlah kadang aku berpikir apakah mama pernah menangis? Karena tak sekalipun aku pernah melihat mama menitikkan air mata. Bahkan saat papa meninggal ditembak, Tak ada yg melihat mama menangis meratapi kepergian papa. Tidak juga aku di hari2 setelah kejadian itu. Aku memang tidak ada disana tepat saat kejadian itu, tapi mereka bilang mama yang paling tegar. Aku pikir karena mama istri perwira,  mama tentu sudah siap dengan hal seperti ini sejak dulu.
.
Tapi.. mungkinkah mama gak pernah sedih, gak pernah takut, gak pernah kecewa, gak pernah marah sehingga ingin menumpahkan semua air mata? Rasanya mustahil... Tidak ada satu pun manusia yang tidak pernah merasakan semua itu.. Apalagi seorang wanita...Tapi aku yakin mama begitu pintar menyimpan rapat semuanya.

Sedangkan aku..
Aku masih belum mampu menjadi ibu yang sekuat mama..
Terkadang aku berhasil menutupi air mata, namun kadang ada saat aku tak mampu membendung airmata di depan mata2 kecil mereka, anak2 ku.

Mungkin nanti saat usiaku sudah seumur mama, saat anak anak sudah lebih dewasa, aku bisa lebih tegar, lebih kuat dan gak akan pernah lagi ada kalimat yang keluar dari bibir mungil mereka, 'Kenapa bunda nangis?' bukan karena aku tak pernah menangis, tapi karena aku mampu selalu tersenyum di depan mereka..

Aku yakin aku adalah wanita yang kuat.. Karena aku dibesarkan oleh seorang wanita yang kuat, seperti mama...

I want to be strong woman, so my daughter will have a role model and my son will know what to look for in woman when he's a man.

27 Januari 2018

Olahraga Langkah Seribu

Ceritanya supaya timbangan gak makin naik, akhirnya mulai deh olahraga joging sekitar komplek sabtu sore tadi...

Ternyata olahraga sore hari enak juga, sambil nunggu sunset udaranya juga lumayan adem. Ya karena kalau joging pagi kita biasanya selalu perginya udah kesiangan, jadinya udaranya udah mulai terik sih..

Pulangnya anak laki laki ini kesel karena bundanya gak nurut di bilangin jgn lewat jalan yg banyak anjingnya, tetap aja nggak percaya...

"Jangan lewat situ bun.. Ntar ada anjingnya.." kata Harsya

"Mana? Tuh kan gak ada. Gak keliatan kok, mana? Udahlah lewat sini aja gak papa"

"Ada Bun.. Acha kan tiap sore lari lewat sini. Ada disitu anjingnya"

"Iya, tapi kan sekarang gak ada satupun anjingnya . Lagian itu banyak orang disana, ada yg punya rumah. Gak bakal ngejarlah kalopun ada. Kalo anjingnya berani keluar nanti bunda lempar batu!"

Bunda sok pede tetap jalan paling depan.

Baru beberapa langkah mendekati belokan jalan tiba2... Tiga... Ya! Tiga ekor anjing berlari kencang keluar dari rumahnya sambil menggonggong lari mengejar kami!

Whaatt....??!

Boro boro deh lempar batu... Bunda langsung lari ambil langkah seribuu.... !

"Tuh kan bunda.. Acha tuh ngejagain bunda. Malah bunda gak nurut sm Acha.."

Uupps.....ya maklumlah Cha.. Kita kan typenya sama. Nggak percaya kalau belum ngelamin sendiri. Acha kira itu nurun dari siapa? hehehe....


Note:
Foto2 dibawah ini sebelum dikejar anjing :-D