Find Me on Facebook

Catatan Hati : Hidup Tidak Selalu Indah

Hidup ini indah ! 
Betapa seringnya saya ucapkan kalimat ini. Dulu…  
Ya, dulu… Saat semua apa yang ada dihadapan saya begitu mudah, saat apa yang saya inginkan semua tersedia, bahkan bila saya sedikit sedih atau kecewa pun saya masih meyakini bahwa hidup ini indah.

Masa kecil saya sangat bahagia. Dibesarkan di keluarga terpandang, walaupun tidak sangat kaya raya dan tidak memiliki segalanya,  namun kehidupan kami  sangat indah. Bukan hanya cukup dari sisi materi, tapi juga kasih sayang. Orang tua saya adalah orang tua yang demokratis, kami juga kompak dan akur antara adik dan kakak. Kehidupan saya sangat menyenangkan. Hampir tak pernah saya mengenal kata susah, sedih, atau kecewa…

Walaupun hidup berkecukupan,  papa selalu mengajarkan kami hidup sederhana, jujur dan peduli sesama. Semua kehidupan masa kecil hingga remaja dan beranjak dewasa menempa saya menjadi pribadi dengan pikiran yang selalu positif, penuh percaya diri. Apapun masalah yang datang  selalu saya pandang dari sisi positif.
Itulah kenapa saya selalu percaya kalimat “ Hidup ini Indah”.. maka sesulit apapun masalahmu tersenyumlah!
Bahkan saya sering menyemangati bila ada teman yang sedang bersedih, “ Hey…come on…gitu aja kok sedih.. ayolah senyum… hidup ini indah!

Tapi…..
Manusia ternyata memang tidak selamanya berada di atas. Roda kehidupan ini berputar. Kadang diatas, kadang dibawah…Ternyata saat kita punya problem yang berat, tidak mudah menerima bila ada yang berkata “Ayo tersenyumlah.. Hidup ini Indah!”

Saat beberapa tahun lalu ketika keluarga kecil saya mendapat cobaan. Saya merasa berubah,  dari saya yang optimis, semangat dan percaya diri menjadi saya yang pesimis, kehilangan semangat  dan tidak percaya diri.  Saya pernah tiba-tiba begitu benci dengan kalimat itu. Kalimat yang dulu saya yakini benar. Tiba-tiba menjadi begitu menyakitkan di telinga saya.  Saya benci bila mendengar ada orang yang mudah berkata: “Hidup ini indah!”. Dalam hati saya berkata, "Indah buat siapa? buat dia kali? Tapi tidak buat saya yang sedang mendapat cobaan ini.

Saya yang yakin semua masalah bisa diatasi, tiba-tiba menjadi pesimis dan merasa tidak berdaya ketika setelah mencoba semua pengobatan, kami tidak juga mampu melawan ganasnya penyakit itu. Bahkan saya pernah marah kepada Allah SWT karena memberikan keluarga saya cobaan yang super berat ini. Saya sering mengeluh, mempertanyakan bahkan setengah menyalahkan, kenapa Allah timpakan pada saya semua cobaan ini? Saya protes kepada Allah,
”Saya ini orang baik, saya orang jujur,  tapi kenapa cobaan yang saya terima  begitu berat? Sedangkan orang lain yang jelas-jelas jahat, tidak jujur, tapi kenapa hidupnya kelihatan bahagia dan mudah2 saja!”
Saat itu saya sedih dan iri melihat kehidupan orang lain yang bahagia, sehat, sukses.  Hidup ini sungguh tidak adil!

Tapi...almarhum suami saya adalah orang yang sangat sabar. Cobaan ini, yang sebenarnya justru menimpanya malah disikapi dengan lapang dada dan hati seluas samudera. Jangankan menyalahkan atau mengutuk Allah… mengeluh pun tidak dia lakukan.. Subhanallah aku belajar banyak darimu sayang…

Pelan-pelan semua sikapnya membuat saya tersadar. Saat menemani suami berobat kesana kemari banyak sekali kami temui orang yang kehidupannya  jauh lebih susah dari kami, biaya berobat pun sulit… 

Astaghfirullah….. sungguh selama ini saya tidak pandai bersyukur.
Tidak sepatutnya saya mengutuk Allah dengan cobaan yang menimpa kami ini. Saya harus percaya ini adalah bentuk ujian dari Nya yang insyaallah ingin menjadikan kami lebih beriman dan bertaqwa
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, “ Kami telah beriman,’ sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhkan Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta”. (Q.S. Al-Ankabut (29): 2-3)
Apakah mereka yang saya cemburui nasibnya kehidupannya benar-benar lebih baik dari kami? Sungguh hanya Allah yang Maha tahu… Karena setiap manusia memiliki cobaan masing-masing. Dan saya berkali-kali disadarkan bahwa apa yang kami kira baik ternyata belum tentu demikian… 

Perjalanan melawan kesulitan itu memberikan begitu banyak hikmah dalam hidup kami. Saya sadar betapapun usia suami saya sudah digariskan sekian. Dan Allah memberikannya ujian yang membuat sisa usianya menjadi begitu bermakna dan berarti… Subhanallah….sungguh saya yakin almarhum suami saya termasuk orang-orang yang mendapatkan nikmat di akhirat karena kesabarannya...Amiin ya Robbal Alamin..

Sekarang setelah apa yang saya alami, mungkin saya tidak begitu mudah lagi mengatakan “Hidup ini indah…” Karena hidup memang tidak selalu indah…namun satu hal, apapun ujian yang menimpa kita, kita harus,  harus dan harus tetap  pandai bersyukur …karena selalu masih ada orang yang lebih berat cobaannya daripada kita, dan selalu masih ada orang- orang yang menyayangi kita... Hanya rasa syukur dan ikhlas yang membuat hidup ini terasa indah... Sesungguhnya hanya  Allah yang Maha tahu yang terbaik untuk hambanya…Insyaallah..

I'm back :-)

Dear Bloggers..
Duh senangnya akhirnya ada kesempatan nulis lagi.
Setelah seminggu full konsentrasi leading training di kantor, akhirnya sekarang bisa come back nulis lagi.

Sejak dua minggu lalu asli sibuk banget. After Harsya operasi, 1 minggu sibuk persiapan schedule, materi and modul training, start tanggal 12 Mar - 19 Mar 2012 training dimulai. And berhubung kesepakatan bersama selama training tidak boleh terlambat (termasuk trainer atau siap menerima konsekuensi dihukum nyanyi di depan kelas) Jadi, selama seminggu training kemarin disiplin banget deh hidupnya.  
"Tidur lebih awal, bangun lebih pagi, makan lebih teratur, porsi sedikit takut mengganggu kenyamanan ngajar krn baju pada sempit hehe...  Minum air putih only, no ice of course.. ( takut modal suara hilang ), no bbm -an, no social neworking (during training hour). Asli pokoknya fokus banget deh."
And tentu saja nggak berani nyentuh blog, atau sekedar blogwalking, bisa bahaya kalo udah blogwalking bakal lupa tidur and konsekuensinya kalau nggak telat ya... trainer bakal nguap terus di depan kelas, nggak lucu kan.. ;-)


Nah, kemarin sore training usai.... and now i'm ready to blogging
kangen sih sama suasana training yang seru, tapi lega juga bisa agak santai sejenak..
And maaf ya teman-teman blogger kalau kemarin komen2 yang masuk blm sempat dipublish. Baru sempat sekarang. Ini juga sambil disambi PR ngebalesan ucapan met ultah yang seabreg. Dicicil ucapan via bbm, twitter, email, done. Tinggal FB yang nggak kuaat.... Hm.. soalnya saya termasuk orang yang masih ngerasa nggak enak kalau nggak reply ucapan yang masuk secara personal.  Jadi aja deh peernya banyak 

Hehe.. Nggak papa deh.. cape sedikit demi menyenangkan orang lain :-)

Anyway selama seminggu kemarin hidup teratur, baru sadar (disadarkan lagi tepatnya) ternyata hidup disiplin and teratur itu lebih enak lho.. Tidak dikontrol oleh gadget, social networking, bbm dan lain-lain. Lebih bisa mengontrol diri,  banyak kerjaan yang bisa diselesaikan, nggak serasa asyik dengan dunia kita sendiri.

Tapi, hari ginii.. nggak mungkin deh kayaknya ya kalau nggak nge-twit, nge FB, bbm an, blogging, browsing.... bisa ketinggalan info2 penting dong... Intinya lebih bisa disiplin manage waktu aja kali yaa...

Ok deh,
Sekian dulu ya. mau ngerjain peer lainnya dulu, termasuk postingan ttg ultah Syifa, operasi Harsya, my birthday surprise moment dll.

See you :-)
CMR

Hadiah Give Away : Pribadi Mandiri


Karena kesibukan operasi Harsya, baru sempat update berita kalau saya dapat hadiah dari  GIVEAWAY : PRIBADI MANDIRI yang diselenggarakan oleh  Imelda Coutrier dan Nicamperenique  Horeee....Alhamdulilaahh...senangnyaa... !

Ini Give Away pertama yang saya ikuti dan senang banget dari 61 peserta Give Away, tulisan saya Solitaire dan Sendiri  terpilih jadi Juara Favorit melalui voting teman-teman Warung Blogger (WeBe). Makasih ya teman-teman semua.... :-)
"Kategori 4 – tulisan pilihan warga Warung Blogger dengan voting – Cut Maha Ratu  hadiah buku MIMPI SEJUTA DOLLAR"
Sebenarnya nggak nyangka juga lho... karena pesertanya cukup banyak. Ikut meramaikan aja sudah senang banget, apalagi dapat hadiahnya. Menurut saya yang paling menyenangkan dari semua ini adalah saya mendadak punya banyak teman blogger baru yang luar biasa. Ya, teman-teman dWarung Blogger (WeBe). Kalau bukan karena GA ini, mana mungkin saya ketemu sama teman-teman di WeBe yang begitu istimewa. Ya kan?

Makasih hadiahnya ya Imelda Coutrier dan Nicamperenique... muach!
Oiya, Kalau mau tahu pemenang lainnya, baca disini ya : Pengumuman GA Pribadi Mandiri

Salam,
CMR


Hari Yang Ditunggu tunggu

Setelah dilanda stress dan bingung mengambil keputusan sejak beberapa bulan lalu, akhirnya hari yang ditunggu-tunggu tiba. 

Hari operasi angkat pen Harsya. 

Dari beberapa bulan lalu nggak sabar rasanya pengen hari ini cepat tiba, dan juga cepat berlalu. Pfiuuh..... melihat Harsya keluar dari ruang operasi dalam keadaan sadar, hilang semua beban yang disimpan selama ini.

Sebenarnya pengen posting pas masa-masa galau, stress and sedikit panik minggu lalu. Tapi udah lewat juga ... jadi percuma dong di tulis ulang hehe, cuma pengen cerita sedikit disini ya

Sejak selesai proses fisioterapi paska operasi tangan Harsya yang patah dan dipasang pen July 2011 lalu (baca ceritanya disini), dokter sudah info operasi angkat pen bisa dimulai kapan saja. Waktu itu konsul terakhir bulan Agustus hasilnya baik. Tapi karena September-December jadwal training saya padat, dan Harsya juga pasti disibukkan ujian tengah dan akhir semester, maka saya jadwalkan operasi angkat pen Harsya saat minggu tenang awal2 sekolah, waktu yang pas Januari 2012 ini. 

Sebenarnya operasinya sendiri kata dokter tidak sesulit yang pertama kok, lha iya wong cuma cabut pen saja (walaupun tetap aja operasi ya judulnya hehe), bahkan sebenarnya 1 hari saja Harsya sudah boleh pulang. Tapi....... yang bikin stress dan bingung itu sebenarnya karena masalah keloidnya Harsya ini lho....  Iya, ternyata Harsya ada bakat keloid  nih... lumayan besar dan tebel juga sekitar 10 cm.. Setelah konsul ke dokter and dikasih salep kok ya nggak banyak pengaruhnya ya, bahkan malahan kayaknya gak ada ngaruh2nya sama sekali deh :-(

Hm...sebenarnya sih Harsyanya cuek aja lho dengan keloidnya ini, iya namanya juga masih anak-anak yah. Cuma bundanya ngebayangin nanti kalau dia ABG takutnya mulai minder deh... apalagi Harsya kan cita-citanya jadi ABRI, nah lho bisa terganjal nanti pas tes penerimaan gara2 keloidnya nongol gitu (btw sebenarnya kalau pernah patah tangan apa masih bisa masuk ABRI ya?) Ah.... yang penting usaha dulu yah..  

"Sttt... ngomong-ngomong soal cita-cita Harsya, sebenarnya Bunda nggak pengen Harsya jadi ABRI sih... takut bakal deg-deg an terus kalau nanti Harsya pergi bertugas ke medan perang. Malah sebenarnya cita-cita awalnya Harsya itu jadi Polisi, tapi bunda lebih nggak kepengen lagi kalau Harsya jadi polisi, tapi namanya cita-cita ya di dukung aja dulu, jangan dihalang-halangi dan dipatahkan, takutnya nanti Harsya jadi kurang percaya diri dan  mandiri, ya nggak? Toh siapa tahu nanti cita-cita nya berubah begitu dia beranjak dewasa.. "
Ayah dan semua pamannya juga sering ngomong sambil bercanda "Harsya nanti kalau sudah besar jadi ABRI ya seperti nek'ayah (kakeknya) dan papa rajo (pamannya)", mungkin karena badannya yang bongsor dan tegap ya. Harsya nya sendiri dulu kalau ditanya kenapa mau jadi ABRI, katanya "soalnya disuruh ayah bunda..." lho? hehe..

Seiring waktu berjalan, sekarang cita-cita Harsya jadi ABRI sudah mantap, nggak pake bilang disuruh ayah bunda lagi :-) plus sekarang nambah satu cita-cita lagi yaitu jadi pemain bola. Hehe...

Nah demi mendukung cita-cita ini, keloid harus dibuat semulus mungkin, juga biar anak bunda nanti nggak minder kalau pakai baju lengan pendek :-)

Dokter Bedah Ortopedinya sudah OK, keloid bisa diangkat dengan cara 'diseset' dan kemudian dijahit kembali pada saat operasi angkat pen nanti. Setelah itu langsung konsul ke dr. kulit untuk mencegah keloidnya muncul kembali. Walaupun ini tidak menjamin keloid tidak akan kembali lagi, tapi cara itu bisa dicoba. Sebenarnya ada cara lain yaitu disuntik dengan suntikan anti keloid. Tapi kata teman-teman yang sudah pernah mencoba suntik keloid itu sakiitt bangeett.... wah, Harsya bisa menjerit-jerit kesakitan pasti. Kasian ah!
Gara-gara urusan keloid ini bunda jadi sedikit nggak mantap nih. bingung. ragu-ragu. Mau diseset saat operasi angkat pen, atau disuntik keloid aja ya pas dewasa nanti? Kalau diseset jangan-jangan keloidnya jadi tambah lebar nanti? Atau disuntik anti keloidnya pas operasi aja dalam keadaan Harsya dibius? ah tapi apakah aman ya suntik keloid buat anak-seusia Harsya? duh... bingung tingkat dewa deh pokoknya!
*****
Rencana operasi tanggal 23 Januari.
Mundur karena dokternya ternyata nggak bisa kalau long weekend... hmm antara sedikit lega juga. Dokter menyarankan operasi hari Jumat jadi tidak terlalu banyak waktu sekolah bolos dan kebetulan juga bunda hanya perlu cuti 1 hari.

Jumat tanggal 27 Januari batal.
Karena belum sempat  konsul ke dokter kulit soal keloid Apalagi kata sempai (guru) karatenya, tgl 5 Feb Harsya akan ujian kenaikan tingkat sabuk karate. Hm...nanti kondisi tangannya belum pulih benar lagi... dan kebetulan juga minggu itu Harsya, Syifa dan bunda demam flu berjamaah, anak-anak sampai nggak masuk sekolah selama seminggu. 

Jumat tanggal 3 Februari. 
Ya nggak bisa karena tanggal 5 Feb kan Harsya ujian kenaikan sabuk Karate..

Jumat tanggal 10 februari.
Juga nggak bisa karena bunda rencana training ke Jakarta tgl 13-14 nya (walopun akhirnya batal dan ditunda ke tanggal 20 -23 Feb).  

Nah..kalo Jumat tanggal 17 Februari gimana? 
Hehe... lebih nggak bisa lagi, karena tanggal 18 Februari nya Syifa ultah. Kasian Syifa kalau ulang tahunnya nggak dirayakan :-) Lagipula hari minggunya Bundajuga rencana berangkat ke Jakarta.

Jumat tanggal 24 februari aja kalo gitu? 
Yah.., Bunda kan masih otw pulang training dari Jakarta, jadi nggak bisa dong.. (tapi akhirnya ternyata trainingnya bunda batal ikut juga)

walaah...binguuung kan...?

Akhirnya... bunda putuskan Jumat tanggal 2 Maret 2012 saat yang paling tepat. Gak bisa ditunda lagi. Karena minggu depannya bunda sudah akan training lagi dan 2 minggu kemudian giliran Harsya yang mulai Ujian Tengah Semester (UTS).

OK... tinggal persiapan mental  dan cari info detail soal keloid.


Selasa tanggal 28 februari konsul ke dokter kulit. 
Alhamdulilah dokter say "OK" seset aja sekalian operasi angkat pen. No problem. Nanti konsul seminggu setelahnya. Kalau suntik anti keloid itu dilakukan untuk mengempiskan keloid yang menonjol, sedangkan kalau keloid sudah diseset/diangkat saat operasi, cukup oleskan salep saja. Nanya juga ke teman-teman milis soal keloid dan suntik anti keloid, nanya juga ke teman-teman BB Group, banyak sekali masukan dan bahkan beberapa berhasil menghilangkan keloid bekas caesar pada operasi ke2. Ada yang disuntik juga anti keloid sekalian saat operasi, ada juga yang saat usia 6 tahun pernah disuntik anti keloid. Nanya juga ke dokter spesialis bedah yang menangani ayah dulu,  nanya ke teman SMA yang suaminya dokter bedah plastik. Banyak masukan, intinya angkat keloid sekalian operasi is worth to try

Ah senang bangeett.....akhirnya mantap menjalani operasi angkat pen plus angkat keloid nya juga. Bismillaaahh.... Tinggal menunggu Hari "H" Jumat tanggal 2 Maret 2012.  


Berhubung udah cukup panjang dan capek ngetiknya, cerita operasi nya menyusul di postingan berikutnya yaa...  :-)

Salam,
CMR
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Recent Posts